Serumit Ketidakpedulianmu
Mencintaimu
adalah sebuah kerumitan
Yang mengubur
setiap resahku untuk menemuimu
Lalu aku
mendapatkan sebuah persoalan
Seperti rindu
yang menemukan jalan buntu
Dan aku yang
selalu menantikan kehadiranmu
Cukup pelih
memahami isi kepalamu
Penuh petunjuk
yang tak berarah
Kompas miliku pun
tak bisa membacanya
Peta ditanganku
berujung pada jurang keputus asaan
Katakanlah,
bagaimana caraku untuk memahamimu?
Mencintaimu adalah
sebuah kebisuan
Aku yang setiap
hari dikabung rasa bersalah
Padahal aku cukup
diam untuk luka
Aku bahkan tak
banyak meminta
Hanya berbincang,
bercanda, berdua
Tak terpenuhi pun
tak apa
Kamu tak peduli
tak apa
Aku akan diam
saja
Mencintaimu pun
adalah keharusan
Karena janji
komitmenmu itu kan?
Bandung, 28 Juni 2016
"Kompas miliku pun tak bisa membacanya". Puitis bgt (y)
BalasHapushehe terimakasih =))
Hapus