Daftar Blog

Jumat, 04 Maret 2016

Lagu Terkutuk

Lagu Terkutuk



“Selamat pagi” 2 pasang kalimat yang selalu hadir menyambut pagiku kala itu. Lebih dari cukup untuk membuat lengkungan di bibirku sepanjang hari. Dimanapun dan kapanpun, setiap aku melamun 2 kalimat itu akan muncul kembali, dan pada saat yang sama aku akan tersenyum lagi dan mulai membayangkan kamu ada tepat di depan mataku, menatap ku dalam dalam dengan sorot matamu yang teduh, lalu tanganmu mulai mengarah pada pucuk kepalaku bergerak turun sesuai dengan gelombang rambut, perlahan,dan terus berulang ulang bergerak dengan penuh kehati-hatian. Kemudian aku akan memejamkan mata lagi, hanya untuk sekedar menikmati kelembutan disetiap inci belaian tanganmu kemudian kamu akan tersenyum, dengan senyuman yang selalu menjadi candu untukku.


“Heh, ngapain sih senyum-senyum. Ada dosen tuh, jangan megangin hp mulu. Belajar!”ujarnya membuyarkan lamunanku


“hehe iya iya maafin deeeh”



                Bahkan aku akan selalu menunggu ucapan selamat malam darimu, yah sekedar untuk mengantar tidurku agar aku bermimpi indah. Tapi,memang kadang yang tadinya berniat tidur cepat, batal garagara aku dan kamu terlanjur nyaman berbincang dengan media elektronik. Aku selalu menunggu saat saat terpapar sebuah lantunan lagu dari suaramu, entah itu lagu kesukaanku atau bukan, dengan suara khasmu dan gitar yang dimainkan menambah sendu setiap malam yang datang, lagu itu mengukir sesuatu di dalam sini, semakin banyak maka semakin indah ukiran itu,semakin bermakna, dan semakin sulit untuk di lupakan. Setiap saat aku mendengar lagu itu, maka seperti mesin otomatis otakku akan mengarahkan pada layar proyektor pemutaran film dokumenter, tentang sebuah peristiwa aku dan kamu.


Kala itu hujan mengguyur kota kecil bernama Purwokerto,kota dengan susunan rumah yang ramah lingkungan, tidak macet,tidak ada angkot yang mengantri di pinggiran jalan untuk memenuhi jalanan, tidak ada supir kenek yang terus memaksa orang orang yang lewat, disana hanya ada rumah rumah sederhana,makanan makanan murah, pohon rindang , udara yang panas, dan terutama disana ada kamu. Kamu tepat berada disampingku memegang gitar warna merah maroon favoritmu menatapku seraya berkata


“li, nyanyi ya, aku main gitar. Kamu nyanyi”

“aku ga bisa nyanyi”ujarku menolak

“bisa bisa, kita mainin lagu yang kamu bisa”

“lagu apa?”



Kami hening berpikir berusaha mengotak ngatik sebuah lagu di otak kami, hening sekali beberapa menit. Wajar sih saat itu tidak ada orang selain kita berdua disana



....


I was born to tell you i love you
and I am torn to do what i have to
to make you mine stay with me tonight




....



                Petikan senar, nada yang berdentang, bait bait lirik lagu yang romantis, matamu yang terpejam, juga Suara serakmu yang memecah keheningan malam itu. Terlalu jelas, semua gambaran itu terlalu detail, retina mataku seakan memutar gambar dari kejadian satu tahun silam. Dan perasaan yang tergambar masih sama indahnya, hanya sekarang terasa menyakitkan, seperti tangan yang terjebak pada lingkaran sulur duri, merasa memliki keinginan keluar,  tapi semakin berusaha keluar semakin sakit, jika hanya berdiam diri, merasa tertekan. Mencari jalan keluar mati-matian, berpikir keras, bertanya sana sini, mengikuti seluruh saran yang diberikan.


Hasilnya?


Nihil


Masih saja sama, tangan itu tidak bisa keluar. Lain hal jika sulur itu dipotong, memang ia akan terbagi dua. Dari kedua bagian tadi, mereka akan tumbuh baru,semakin banyak, semakin panjang, semakin tidak terkendali, bahkan seluruh tubuhmu bisa terlilit, dan kuyakin itu lebih menyakitkan. Itulah yang aku rasakan ketika berusaha memaksa melupakan semua peristiwa lampau tentang kita.



           Lagu itu lagu terkutuk bagaimana tidak,jika setiap kali mendengarnya ada yang seperti ingin membuncah keluar dari sudut mata ataupun mulut yg ingin mencecar diri sendiri. Sebenernya bukan salah lagunya, penulis lagu itu, apalagi komposernya.
Ini salahku, yang selalu mengingat tentang hal sekecil apapun tentang kita..



Lagu terkutuk untuk sesuatu yang dikutuk. Lagunya itu ya mantra. Aku dan kamu itu kutukan, aku dikutuk oleh sulur yang mengikatku semakin erat, dan kamu? Kamu ya kutukan itu. Maka, bagaimana caraku bebas dari kutukan itu?


Aku berpikir mungkin lebih baik,aku tidak pernah mendapatkan lagu darimu.


Alasannya?



Ya karena, aku terlalu senang ketika mendapatkannya juga terlalu sedih ketika mendengarnya kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan untuk memberi kritik dan saran =))