Daftar Blog

Senin, 29 Februari 2016

Ruang Nilai

Ruang Nilai




Ibu, aku akan bercerita sesuatu padamu, tapi cukup hanya ibu dan orang ini yang tau, bagaimana?
Aku tidak akan mulai bercerita jika, kalian berdua tidak berjanji padaku.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Baiklah, baiklah, karena kalian sudah berjanji, lalu aku akan mulai bercerita tentang ketakutanku. Dan perlu kalian ingat. Selain menjaga kerahasiaan ini, ada hal yang paling penting yang harus kalian lakukan yaitu...


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Tak terasa ya sudah satu setengah bulan aku meninggalkanmu bu. Kala itu, saat aku memutuskan untuk merantau, mencari pendidikan di kota orang ibu memeluku, menciumi pipiku, memeluku lagi, menciumku lagi, memeluk,mencium, terus begitu saja berulang-ulang.
Tanganmu membelai pucuk kepalaku, kakimu gemetar, matamu berlinang, an Mulutmu berbicara pelan, penuh kehati-hatian dan terbata


“Nak, hati-hati disana. Jaga baik-baik dirimu”

Lalu aku hanya mengangguk menurut sambil terus berusaha mengangkat koperku yang besar menuju bagasi mobil.

Saat itu aku belum mengerti perkataanmu,aku belum benar-benar paham maksud dari ke hati-hatian yang kau bicarakan. Yang aku tau itu hanya respon manusia terhadap suatu perasaan kehilangan, karena kebiasaan tidak akan melihat seseorang untuk jangka waktu yang cukup panjang, karena hatimu yang terlalu cengeng melepasku, atau mungkin karena ketidak percayaanmu jika aku bisa mengurus diriku sendiri. Entahlah, saat itu aku hanya berpikir untuk pergi mencari ilmu di kota orang.


Kenyataan yang aku hadapi, aku ketakutan disini bu. Aku begitu takut menghadapi mereka, bahkan aku takut akan diriku sendiri. Ibu aku malu untuk menangis, tapi sepertinya ini sangat membuatku begitu tertekan. Aku ingin berteriak dan keluar dari sini lalu menghampirimu dan berkata aku tidak ingin kembali, tapi aku terlalu takut mengecewakan harapanmu.

Sssttttt... Aku rasa mereka mendengarku


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Bu, aku bilang disini aku akan menuntut ilmu sebanyak banyaknya, tapi yang kudapat bukan itu. Aku diberi buku beribu-ribu halaman, tapi bahkan untuk membacanya saja aku merasa berat. Aku diberi perintah dari yang mereka sebut petinggi, tapi untuk melawan saja aku tidak sanggup.


Tanganku di paku diatas meja, jari-jariku diikat dengan pulpen, pantatku di lem diatas kursi kayu reot, mataku dipaksa terbuka melihat angka-angka di papan tulis, aku ditanami pemahaman mereka, dan parahnya mulutku dibungkam oleh nilai.


Aku takut ibu... menulis ini saja aku merinding..

Aku takut aku tak mempunyai ilmu karena yang ku kejar hanya nilai. Aku takut aku tak punya prinsip karena aku terombang-ambing dengan pemahaman mereka, aku takut untuk melawan karena mereka mengancam, dan yang paling kutakutkan adalah  jika aku terus menerus mengikuti perintah mereka, pemahaman mereka, dan buku-buku mereka maka aku akan menjadi mesin pekerja, yang tak berpikir dan hanya menuruti program. Bahkan ketika mereka berbuat salah aku hanya bisa diam, ketika mereka berusaha menguburku dengan program-program itu aku hanya bisa menurut tanpa melawan.


Tolong aku ibu, tolooong..
Mereka menangkapku bu, membawaku pada kamar gelap yang mereka sebut ruang kelas.


Aku tak bisa memaafkan diriku sendiri jika mereka terus berbuat semau mereka, mengambil keuntungan dari kami sedikit demi sedikit, dan karena kami tak pernah melawan aku melihat hal itu terus bertambah besar. Semakin aku tersiksa semakin kencang tertawa mereka, sampai sampai perut-perut itu ikut bergoyang bersama tawanya. Maafkan aku, aku gagal mengajak, dan aku tidak bisa berjuang sendirian
Maaf aku membuang jerih payahmu dengan siasia, tapi tenang bu.


Dari pada aku harus mengikuti program itu, dan daripada aku harus diam tanpa melawan penindasan itu ,lebih baik aku akhiri saja hidupku di ruang kelas ini.


Jadi ibu tidak perlu mengeluarkan keringatmu untuk membayar  kesenangan mereka kan?



Selamat tinggal bu...

Aku mencintaimu

2 komentar:

silahkan untuk memberi kritik dan saran =))